Showing posts with label Fashion. Show all posts
Showing posts with label Fashion. Show all posts

Tuesday, November 17, 2009

Baju untuk si 'Kurus'


Baju adalah pendukung utama penampilan Anda. Setiap hari Anda akan banyak menghabiskan waktu untuk memilih satu baju untuk setiap kegiatan Anda. Tujuannya adalah Anda ingin tampil menarik dalam balutan busana yang Anda pakai. Namun memilih baju yang pas dan tampil menarik adalah masalah yang rumit bagi beberapa orang. Ukuran badan adalah sumber utamanya. Terutama apabila badan Anda gemuk. Anda pasti berusaha mencari baju yang sesuai ukuran, bahkan sampai memesan motif dan desain agar baju tersebut memberikan kesan langsing bagi Anda.

Dan ternyata bukan hanya bagi Anda yang berbadan gemuk saja masalah itu timbul. Badan kuruspun memiliki masalah yang tak kalah rumit. Seringkali timbul di dalam pikiran Anda, tubuh kurus lebih mudah memilih baju. Namun pada kenyataannya, baju untuk si kurus harus sesuai motif agar tampak lebih berisi dan segar. Salah memilih baju, akibatnya akan fatal. Penampilan memang bukan segalanya, namun Anda tidak ingin tampil dalam keadaan 'saltum' kan?

Simak tips – tips memilih baju untuk Anda yang berbadan kurus

1. Pilih warna-warna ceria

Warna-warna terang dan ceria memberi kesan lebih segar bagi Anda. Hindari warna-warna gelap agar Anda terlihat lebih segar. Coba gunakan warna-warna berani seperti merah, biru terang, kuning dan pink.
2. Cari baju bermotif bunga-bunga, terutama bunga-bunga berukuran besar. Motif bunga atau hewan dapat memberikan kesan penuh. Anda akan terlihat lebih berisi. Anda boleh memadukan dengan legging atau bahkan rok mini.

3. Gunakan baju bermotif horisontal, dan usahakan warnanya selalu cerah. Baju bermotif horisontal memberikan kesan lebih padat bagi Anda. Sah-sah saja Anda memadukannya dengan jeans berwarna gelap. Tidak semua warna gelap merugikan penampilan Anda. Harus pandai-pandai memadukannya agar berkesan menambah volume Anda.

4. Hindari baju berukuran sangat ketat, namun jangan memilih yang terlalu longgar. Pilih saja yang pas di badan. Baju yang sangat ketat akan memperlihatkan lekuk tubuh Anda. Pakai yang sedang saja, tak terlalu ketat dan terlalu longgar, Biarkan lekuk badan Anda terlihat samar-samar.

5. Baju yang memiliki banyak kerutan juga akan menambah volume Anda. Ornamen-ornamen seperti gelang, dan kalung akan membantu Anda tampak lebih full. Namun jangan terlalu berlebihan apabila memang sudah ada banyak kerutan (rimple). Anda tak ingin dibilang 'toko berjalan' kan?
6. Bahan-bahan rajut akan terlihat pas di badan Anda. Jangan lupakan bahan-bahan rajut. Agak rumit dalam perawatan, namun baju bahan ini akan tampak bagus pada si dia yang berbadan kurus. Ketebalannya menjadi salah satu alasannya. Siapkan aksi Anda dengan 'tank top' dibalut cardigan berbahan rajut.

Lalu tunggu apa lagi? Coba bongkar kembali isi lemari pakaian Anda. Siapa tahu di sana masih tersimpan baju-baju yang bisa Anda 'matching'-kan dengan jeans atau rok mini Anda. (kpl/bee)

twenties...siapa takut


TREN busana selalu berganti seiring waktu. Di dunia mode, tidak ada gaya yang dianggap kuno. Setiap gaya yang berlalu akan kembali di era berikutnya dan menjadi tren baru. Salah satunya, gaya busana dari era 20-an.

Siapa yang tidak mengenal Gabrielle "Coco" Chanel. Ikon mode legendaris tahun 20-an ini menjadi pelopor bangkitnya gaya berbusana wanita modern. Masa keemasan yang sering disebut sebagai "RoaringTwenties". Semenjak itu, tahun 1920 dianggap sebagai era kebangkitan mode kontemporer.

Pada era ini banyak bermunculan gaya busana yang terus bertahan melewati beberapa dekade dan menjadi garis tren di setiap musim. Karena itu, tidak heran bila gaya busana tahun 20-an banyak diambil sebagai inspirasi bagi para desainer.

Mulai dari panggung Paris hingga catwalk New York, bisa ditemukan koleksi turunan dari gaya klasik tersebut. Bahkan di pergelaran Milan dan Paris Fashion Week yang dihelat beberapa waktu lalu, gaya busana era 20-an tersebut banyak terlihat.

Seperti halnya terusan mini, gaun ringan melayang, serta ragam overcoat yang mampu menyulap penampilan seseorang terlihat formal. Menurut studi mengenai tren busana di era 20-an, gaya busana tersebut banyak diadaptasi dari film-film yang tengah marak pada saat itu.

Seperti Charleston Dance yang memopulerkan gaun ringan untuk berdansa. Di masa sekarang, gaya busana ini bisa dilihat pada koleksi milik Erin Fetherston. Pada pergelarannya di panggung New York beberapa waktu lalu, Erin mempersembahkan ragam gaun ringan dalam berbagai varian. Panjang, pendek, ekstramini, serta berpotongan babydoll.

Sedikit berbeda dengan gaya di era 20-an, yang memiliki garis pinggang rendah (dropwaist). Bila diperhatikan dengan seksama, dropwaist tidak hilang begitu saja.

Unsur ini pun hadir di koleksi desainer Indonesia, Sebastian Gunawan. Potongan pinggang rendah menjadi aksen yang menarik di tengah gempuran nuansa babydoll yang berkesan manis. Terlebih, desainer yang akrab disapa Seba ini memadukannya dengan bentukan busana klasik ala victorian.

Menjadikan busananya terkesan cantik sekaligus elegan. Mini, juga merupakan warisan tren busana twenties. Lahir di kalangan siswa asrama, gaya busana ini kemudian diadaptasi menjadi busana bagi kaum muda.

Sebelum mini, tren yang beredar adalah terusan atau rok dengan panjang selutut yang sering dipadukan dengan kemeja beraksen opnaisel atau pita. Dari situ, para desainer mengembangkannya menjadi gaun cantik bergaya glamor yang bisa dikenakan pada malam hari.

Dengan cepat gaun pendek tersebut menjadi pilihan remaja wanita yang ingin tampil modis sekaligus dinamis. Bila dibandingkan dengan tren saat ini, terusan pendek memang lebih banyak dipilih untuk menghadiri pesta semiformal.

Sementara untuk acara yang lebih formal, gaun panjang masih menjadi primadona. Meski tidak menutup kemungkinan hadirnya cocktail dress dengan panjang tepat menyentuh lutut. Lihat saja koleksi terbaru milik Roberto Cavalli di pekan mode Milan.

Paduan antara aksen dropwaist serta potongan mini mewakili era twenties dengan tepat. Begitu juga dengan rancangan besutan Angela Missoni yang memanfaatkan bahan rajut serta bulu sintesis untuk koleksinya. Penempatan aksen dropwaist yang dikemas dalam warna kontras menjadi bumbu unik.

Sementara garis rancangannya yang simpel dan berkesan tajam semakin menegaskan sentuhan twenties yang menjadi inspirasi Missoni. Di label Moschino Cheap & Chic, twenties disarikan dari garis rancangan yang tajam serta bentukan sackdress simpel. Sementara motif prints dan corak geometris yang digunakannya diambil dari nuansa retro tahun 70-an. Berbeda dengan desainer Lorenzo Riva yang memadukan garis era 20-an dengan gaya abad ke-18 di mana highwaist menjadi tren.

Tahun 1920 pun menjadi dasar bagi busana bergaya boyish yang kini banyak ditemukan. Siluet maskulin ini menjadi populer setelah perang dunia pertama berakhir. Pada masa itu, garis rancangan busana wanita menjadi lebih tegas dan sedikit bergaya militer. Tidak lagi fokus pada garis pinggang, koleksi yang hadir di era 20-an hadir lebih loose dan sempit. Gaya ini pun banyak diadaptasi oleh desainer masa kini, seperti halnya Enrico Coveri, Gianfranco Ferre, juga Moschino.

Ketiga mempersembahkan koleksi busana wanita serupa tuksedo yang dikemas dalam nuansa yang lebih feminin ataupun paduan kemeja putih dan celana pipa berkesan klasik.(Koran SI/Koran SI/nsa)

Tetap modis disaat hamil


Hamil kadang membuat orang urung niat untuk tampil dengan model pakaian yang sering dipakai saat perut masih rata. Bentuk perut yang membuncit dan besar memang sering jadi halangan bagi Anda yang sedang hamil untuk tampil fashionable tetapi tetap nyaman. Padahal siapa bilang yang namanya sedang mengandung Anda lantas hanya mengakrabkan diri dengan daster saja?
Dari sekian banyak model Pakaian Hamil yang ada di maternity section, toh Anda masih bisa dengan bebasnya memilih pakain hamil yang nyaman dipakai dan tetap terlihat chic. Kali ini kami akan membimbing Anda agar tidak bingung dan ‘tersesat’ di bagian pakain hamil. Walaupun tidak seseksi seperti saat Anda belum menenteng si kecil kemana-mana dan tampil lebih kalem, yang jelas akan jauh lebih menarik dan enak dilihat daripada hanya berdaster ria saja..
* Katun! Ini sudah jelas harus menjadi pilihan utama sebagai bahan dari pakain hamil yang Anda kenakan.

* Jika Anda bosan dengan baju terusan khas wanita hamil, pilih saja pakaian two pieces. Syaratnya tentunya adalah si celana harus longgar dan akan lebih baik lagi bila berbahan kaus atau katun, dengan karet pinggang yang tidak ketat.

* Untuk Anda yang sudah mulai tampak besar dan berisi, entah itu karena memang pada dasarnya sudah ‘besar’ dan terlebih lagi karena hamil, hindari motif pakain hamil dengan bunga-bunga besar. Bunga-bunga kecil selain terlihat lebih manis juga akan menyeimbangkan proporsi Anda.

* Bila Anda sudah masuk hamil tua, kenakan saja pakain hamil yang one piece. Pada sisa kehamilan yang memasuki semester 3 biasanya kandung kemih sudah semakin tertekan dan Anda akan semakin sulit menahan keinginan untuk buang air kecil.

* Jika bosan mengenakan baju terusan one piece tetapi sudah tidak mungkin beralih pada yang two pieces, jangan kuatir. Tetap kenakan terusan tersebut, dan lapisi dengan bolero atau tumpuk saja dengan pashmina berbahan tipis dan dingin (mengingat wanita hamil lebih mudah berkeringat).

* Bila Anda ingin pakaian hamil ini juga bisa dikenakan saat selesai melahirkan juga bisa kok. Pilih saja blus yang memiliki kancing depan untuk mempermudah menyusui.

hanyawanita.com

the best dress 4 u







1. Tubuh Dengan Payudara Besar (Big Bust)
Bentuk tubuh seperti ini sangat mudah untuk terlihat lebih gemuk jika salah memilih pakaian.

Nah, untuk mengakalinya agar tidak terlihat gemuk, pilihlah pakaian yang berbentuk empire waistline. Beberapa tips bagi Anda yang memiliki tubuh dengan payudara yang besar:

Pilihlah pakaian yang lebih lebar
Jangan pernah menanggalkan bra. Gunakanlah bra dengan straps yang nyaman (ini merupakan kunci untuk Anda yang berdada besar).
Hindarilah penggunaan pakaian spaghetti straps. Dengan memakai pakaian yang bermodel spaghetti straps maka Anda tidak dapat menggunakan bra.
Hindari pula pakaian dengan neckline yang sampai menutupi leher, hal ini akan menciptakan kesan dada yang lebih besar.
2. Tubuh Ramping dan Kecil (Petite)

Untuk Anda yang bertubuh kecil dan ramping, proporsi adalah kunci dalam berpakaian. Jangan melimpahkan tubuh Anda dengan bentuk-bentuk yang mungil. Untuk menyiasati tubuh yang mungil, berikut ini beberapa tips bagi Anda yang memiliki tubuh mungil.

Pilihlah pakaian yang memiliki warna dan tekstur selain dari volume.
Selalu gunakan high heels agar Anda terlihat lebih tinggi.
Berhati-hatilah dengan busana yang panjang. Pakaian yang terlalu panjang dapat membuat tubuh Anda terlihat lebih pendek.
Anda juga harus menambahkan rusching pada bagian dada (bust line) untuk menciptakan volume pada bagian dada.
Tambahkan pula penggunaan aksesoris untuk tampilan berbusana Anda, namun pilihlah aksesoris yang mempunyai struktur tidak terlalu besar.
3. Apple Shape

Berbahagialah wanita yang memiliki bentuk tubuh seperti ini karena bentuk tubuh apple shape terlihat sempurna untuk berbagai jenis model pakaian.

Model pakaian empire-neck line sangat cocok untuk bentuk tubuh apple shape yang memiliki pinggang yang padat karena dapat membuat tubuh Anda terlihat lebih jenjang dan linear.

Anda juga dapat memilih model pakaian A-Line yang ringan dan juga baju yang memiliki satu pola yang juga akan membuat tubuh Anda terlihat lebih jenjang dan linear.


4. Pear Shape

Pilihlah bawahan dari pakaian dengan model bawahan yang mengalir (fluid bottom) untuk menutupi pinggul yang besar.

A fresh-looking loose tunic style merupakan pakaian yang dapat mengalihkan perhatian mata orang-orang untuk melihat ke bagian atas tubuh Anda serta menutupi sebagian bagian bawah tubuh Anda yang bermasalah. P

asangkan dengan sebuah tas clutch kecil yang penuh dengan hiasan dibandingkan dengan sebuah tas besar seperti roomier bag.



5. Boy Shape

Untuk menyiasati bentuk tubuh ini adalah dengan memberikan sebuah sentuhan pakaian yang dapat memberikan ilusi sehingga menciptakan bentuk tubuh yang feminin.

Halter style dan kerah yang berbentuk V merupakan solusi terbaik untuk memberikan bentuk yang feminin pada tubuh.

Dengan halter style. Anda dapat menunjukkan bentuk leher Anda yang indah sedangkan kerah-V dapat menarik perhatian karena lebih membuka bagian dada.

supaya batik tetap cantik


Banyak orang yang saat ini menyukai batik. Selain sedang trend, batik juga merupakan salah satu ciri khas Indonesia. Batik dapat digunakan dalam acara formal tetapi dengan model saat ini, batik tetap pantas dalam acara informal. Bagi anda yang mempunyai pakaian batik atau penyuka batik, tentu anda ingin merawat batik anda sebaik-baiknya. Ada hal-hal yang harus anda perhatikan saat proses pencucian atau saat penyimpanan.
Berikut saran-saran dalam merawat pakaian batik anda:

Cuci batik dengan sabun khusus atau menggunakan shampo.
Jangan digosok dan jangan menggunakan detergen. Anda dapat menggunakan jeruk nipis bila pakaian batik anda terkena noda.
Jangan jemur batik pada tempat yang langsung terkena matahari, tetapi jemur batik di tempat yang teduh.
Saat menyimpan dalam lemari, anda dapat memasukkan akar wangi agar pakaian anda tidak dirusak ngengat.

Monday, November 16, 2009

sepatu cantik=kaki cantik


Kebanyakan wanita membeli sepatu karena menyukai modelnya saja, akibatnya kaki mungkin mengalami cedera akibat memaksakan model yang diinginkan. Kerugian lainnya adalah sepatu tidak mau dipakai lagi karena merasa tidak nyaman yang artinya uang terbuang sia-sia. Bila Anda berniat membeli sepatu sebaiknya pertimbangan beberapa hal berikut ini.



Model Sepatu
Ada banyak ragam jenis sepatu yang ada di pasaran. Mulai dari model depan sampai bentuk hak (heel) sepatu. Maka, pilihlah model sepatu yang sesuai dengan kebutuhan. Anda dapat mempertimbangkan untuk apa sepatu dibeli apakah untuk di kantor, acara santai, pesta atau kebutuhan lainnya. Setiap model sepatu dapat menimbulkan kesan tersendiri dan mungkin tidak selalu cocok dengan busana yang akan dikenakan. Bila untuk jalan-jalan santai mungkin Anda dapat memilih jenis wedge. Sedangkan untuk ke pesta, sepatu jenis stiletto yang seksi. Info selengkapnya tentang jenis sepatu, dapat Anda baca pada artikel berikut: Mengenal Jenis Sepatu.

Perhatikan pula hak sepatu. Pilihlah sepatu dengan hak yang baik dan aman, yang tidak akan membuat Anda terjatuh. Sebaiknya tidak memilih sepatu dengan model hak tinggi (high heel) bila saat menggunakannya Anda harus berdiri atau berjalan dalam jangka waktu lama karena penggunaan dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan cedera kaki dan penyakit lainnya.

Jangan hanya memilih model sepatu yang sedang trend tetapi mungkin tidak sesuai dengan acara atau penggunaan sepatu. Yang terpenting adalah kenyamanan saat dipakai. Walaupun modelnya cantik tetapi bila tidak nyaman sebaiknya Anda memilih model lainnya yang sesuai dan terasa nyaman.



Bentuk Kaki
Bentuk kaki satu orang dengan orang lainnya tidak selalu sama. Ada bentuk kaki bulat, kotak, atau runcing. Memilih model sepatu yang sesuai dengan bentuk kaki sangat penting agar dapat merasa nyaman saat memakainya. Bila Anda memiliki model kaki kotak, sebaiknya tidak menggunakan sepatu dengan ujung meruncing karena akan menyebabkan sakit pada jari-jari kaki Anda.



Warna Sepatu
Menggunakan sepatu dengan warna yang sesuai dengan busana pasti akan menambah menarik penampilan Anda. Sebaliknya, warna yang kontras atau bertentangan dengan warna busana akan merusak penampilan. Pilihlah warna yang sesuai untuk sepatu Anda dengan warna busana yang akan digunakan pada acara tertentu.

Warna-warna aman seperti hitam, putih, abu-abu, coklat atau krem dapat menjadi pilihan dan menjadi warna yang harus dimiliki karena warna ini cocok untuk segala warna busana yang Anda miliki.



Waktu Membeli
Membeli sepatu sebaiknya dilakukan pada sore hari. Pada sore hari, kaki telah seharian melakukan banyak perkerjaan sehingga berada dalam ukuran paling besar sehingga tidak terasa sempit. Bila membeli sepatu pada pagi atau siang hari berarti Anda membeli pada waktu kaki tidak dalam ukuran maksimal. Jadi, walau pada saat itu Anda merasa pas dengan ukuran sepatu tetapi setelah dibeli dan digunakan pada sore hari, kaki dapat menjadi lecet karena kesempitan.



Mencoba Sepatu
Cara terbaik sebelum memutuskan membeli sepatu adalah dengan mencobanya. Dengan mencobanya, Anda dapat menentukan apakah ukuran sepatu telah sesuai dan apakah telah terasa nyaman. Ukuran sepatu dapat berbeda sesuai merk sepatu dan juga dapat berubah seiring bertambahnya usia, maka jangan hanya mengatakan untuk membeli satu ukuran sepatu yang biasa Anda pakai tanpa mencobanya karena salah-salah sepatu dapat terasa sempit atau longgar.

Menentukan ukuran sepatu juga dengan mempertimbangkan apakah Anda biasa menggunakan kaus kaki atau stocking. Bila Anda sering menggunakan kaos kaki atau stocking, maka pilihlah sepatu dengan ukuran yang sedikit lebih besar dibandingkan dengan memilih yang ukurannya terlalu pas.

Ketika mencobanya, pakailah sepatu secara sepasang, tidak hanya menggunakan sebelah sepatu. Hal ini karena salah satu kaki mungkin lebih besar, sehingga terasa nyaman di salah satu kaki belum tentu nyaman pula di sebelah kaki lainya. Manfaatkan cermin yang mungkin tersedia untuk melihat tubuh secara keseluruhan. Lihat juga bagaimana bila dilihat tampak samping. Dengan melihatnya, Anda dapat menentukan apakah sepatu sesuai dengan bentuk tubuh atau tidak.

Jangan hanya duduk atau berdiri tanpa bergerak ketika mencoba sepatu. Gunakan sepatu untuk berjalan di dalam toko. Lakukan gerakan duduk berdiri beberapa kali. Rasakan, apakah sepatu terasa nyaman saat digunakan berjalan atau tidak.



Pilih Sepatu yang Nyaman
Yang terpenting adalah memilih sepatu yang nyaman saat digunakan. Saat terasa nyaman, Anda dapat melangkah dengan lebih percaya diri tanpa harus tersiksa dengan kaki yang cedera.