Tuesday, November 17, 2009

Cegah osteoporosis dengan hidup sehat


Tulang merupakan penyusun tubuh paling keras yang berfungsi sebagai kerangka yang mendukung dan melindungi jaringan tubuh. Proses pembentukan jaringan tulang baru dan penghancuran tulang terjadi secara terus menerus dalam tulang. Sampai sekitar usia 35 tahun pembentukan tulang baru terjadi terus menerus sehingga jumlah tulang baru yang dibentuk lebih besar daripada tulang tua yang dihancurkan. Pada sekitar usia tersebut tulang-tulang mencapai kekuatan dan kepadatan yang maksimal. Setelah usia 35 tahun materi tulang yang hilang lebih banyak dibandingkan yang dibentuk. Proses pembentukan dan penghancuran tulang dilakukan oleh 2 jenis sel tulang, yaitu sel osteoblast yang membantu pembentukan jaringan tulang baru dengan menambah kalsium, dan sel osteoklast yang menghancurkan jaringan tulang serta melepaskan kalsium ke dalam darah. Pada proses osteoporosis, sel osteoklas bekerja lebih aktif dibandingkan sel osteoblast. Hormon juga mempengaruhi proses pembentukan dan penghancuran tulang.

Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang ditandai dengan rendahnya masa tulang akibat kalsium dan elemen dari tulang berkurang secara abnormal sehingga tulang menjadi rapuh, keropos dan mudah patah. Osteoporosis bukan hanya berkurangnya kepadatan tulang tetapi juga penurunan kekuatan tulang. Pada osteoporosis kerusakan tulang lebih cepat daripada perbaikan yang dilakukan oleh tubuh. Osteoporosis sering disebut juga dengan keropos tulang. Tulang-tulang yang sering mengalami fraktur/patah yaitu : tulang ruas tulang belakang, tulang pinggul, tungkai dan pergelangan lengan bawah.

Osteoporosis lebih banyak dialami oleh usia lanjut terutama pada usia 70 tahun ke atas serta pada wanita yang telah menopause dan mengalami penurunan jumlah estrogen. Walaupun osteoporosis juga bisa menyerang laki-laki, namun pada wanita sekitar usia 50 tahun ke atas proses kerapuhan tulang lebih cepat terjadi. Hal ini karena selain memiliki kerangka tulang yang lebih kecil dibanding pria, wanita juga mengalami fase menopause dimana kadar hormon estrogen yang mempengaruhi kepadatan tulang menurun. Osteoporosis pada wanita 4 kali lebih tinggi dibandingkan pada laki-laki. Osteoporosis pada laki-laki kebanyakan karena faktor usia lanjut atau alkohol.

Osteoporosis merupakan penyakit yang tidak dapat diketahui dalam waktu singkat (silent disease). Pada fase dini, osteoporosis tidak menunjukan gejala sehingga penderita tidak menyadari gangguan yang dialaminya hingga akhirnya menjadi parah dan banyak massa tulang yang hilang sehingga menyebabkan patah-patah tulang. Osteoporosis yang terjadi pada ruas tulang belakang (vertebrae) mengakibatkan penderita menjadi lebih pendek karena tulang belakang hancur, tubuh juga menjadi bungkuk. Pada sekitar usia 70 tahun, massa tulang belakang/tulang punggung berkurang sampai sepertiga sehingga mengakibatkan bungkuk dan berkurangnya tinggi badan.

Selain faktor usia lanjut dan menopause,osteoporosis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain karena gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurang aktif bergerak atau tidak berolahraga, rendahnya konsumsi kalsium dan vitamin D, kebiasaan merokok dan minuman beralkohol, soft drink, minum kafein/kopi yang berlebihan dan terlalu banyak mengkonsumsi makanan asin dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Faktor risiko lainnya yaitu faktor keturunan, kerangka tulang yang kecil, terlalu kurus, kadar estrogen yang rendah pada wanita dan testosteron yang rendah pada laki-laki, menderita rematik sendi, dan wanita yang mengalami pengangkatan ovarium.

Kalsium berperan penting dalam mencegah osteoporosis karena merupakan faktor dominan terhadap asupan gizi untuk tulang. Kalsium merupakan mineral yang dibutuhkan untuk menyusun struktur tulang. Asupan kalsium yang cukup sejak dini dapat membantu memperkuat masa tulang dan mengurangi tingkat kehilangan masa tulang pada tahun-tahun selanjutnya ketika mulai menua. Pada usia lanjut, kalsium yang hilang dari tubuh lebih besar daripada kalsium yang diproduksi. Pada penderita osteoporosis kehilangan sekitar 500 mg kalsium. Berdasarkan standar internasional, konsumsi kalsium yang disarankan adalah 1000-1500 mg perhari untuk orang dewasa. Namun sangat disayangkan konsumsi kalsium di Indonesia sangat rendah, hanya sekitar 254 miligram per hari. Riset yang dilakukan Puslitbang Giji dan Makanan, Depkes, menyebutkan bahwa sekitar 41,7% masyarakat Indonesia mengalami osteoporosis dini, yang berarti setiap 2 orang dari 5 penduduk Indonesia mempunyai risiko terkena osteoporosis.
Jumlah kalsium yang dibutuhkan menurut tingkat usia, yaitu :

- Anak-anak usia 4-8 tahun membutuhkan 800 miligram kalsium per hari
- usia 9-18 tahun membutuhkan 1300 miligram (mg) kalsium per hari
- wanita dewasa (usia 19-50 tahun) membutuhkan 1000 mg kalsium per hari
- wanita di atas 50 tahun membutuhkan 1200 mg kalsium per hari
- wanita hamil atau menyusui membutuhkan 1000-1300 mg kalsium per hari

Keropos tulang tidak bisa disembuhkan total dan mengembalikan tulang seperti kondisi semula, yang dapat dilakukan adalah mengurangi faktor risikonya dengan upaya pencegahan sedini mungkin melalui pembudayaan pola hidup dan pola makan sehat. Pengaturan makanan sangat penting untuk mencegah osteoporosis, yaitu melalui pengkonsumsian makanan dengan gizi seimbang dan memenuhi kebutuhan nutrisi dengan unsur kaya kalsium dan rendah lemak. Berikut ini pola makan dan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mencegah osteoporosis :

- Konsumsi susu tinggi kalsium dan rendah lemak, yogurt, keju, brokoli, bayam, sarden kaleng, tiram, udang kecil/rebon, teri dan ikan yang dimakan dengan tulangnya, serta kedelai dan olahannya seperti tempe dan tahu sebagai sumber kalsium. Kedelai sangat baik terutama untuk wanita, karena mengandung estrogen alamiah (fitoestrogen) yang sangat dibutuhkan pada masa menopause.
Konsumsikan juga kacang-kacangan lainnya sebagai sumber fosfor, makanan yang tinggi kandungan vitamin D seperti sayuran berdaun hijau gelap. Tubuh juga harus cukup mendapat sinar matahari pagi minimal 15 menit sebagai sumber vitamin D, karena vitamin ini dibutuhkan untuk penyerapan kalsium.

- Hindari minum kopi secara berlebihan karena dapat mengeluarkan kalsium secara berlebihan. kurangi juga softdrink/minuman ringan karena dapat menghambat penyerapan kalsium.

- Batasi pengkonsumsian daging merah dan garam atau makanan yang diasinkan
- hindari minuman beralkohol dan rokok karena dapat menyerap cadangan kalsium dalam tubuh.
- Lakukan juga olahraga secara teratur untuk menguatkan tulang dan otot.

Sumber: Solusi Sehat

Anemia...siapa takut?!!


Mungkin banyak orang mengira, anemia atau kurang darah adalah gangguan kesehatan biasa. Tapi tahukah Anda, anemia yang tak tertangani bisa menurunkan kenyamanan hidup, produktivitas kerja, bahkan kematian.

Anemia adalah penyakit yang ditandai oleh rendahnya kadar hemoglobin dalam darah. Akibatnya, fungsi dari hemoglobin untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh tidak berjalan dengan baik. Jika anemia terjadi pada ibu hamil, maka asupan oksigen untuk janin pun akan berkurang. Hal ini akan menghambat pertumbuhan organ-organ pada janin, termasuk organ-organ yang penting semisal otak. Tak hanya mengancam pertumbuhan janin, anemia juga merupakan penyebab utama kematian ibu hamil saat melahirkan. Biasanya, kematian terjadi akibat perdarahan. Saat ini, angka kematian ibu hamil di Indonesia merupakan yang tertinggi di ASEAN yakni 307 dari 100 ribu kelahiran. Bandingkan dengan Malaysia, yang hanya 40-50 dari 100 ribu kelahiran.

Di Indonesia, kasus anemia umumnya terjadi karena kekurangan zat besi. Seperti pernah dikatakan Prof Dr dr Sutaryo dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, tahun lalu (Republika, 25 Juni 2005), persoalan zat besi masih menjadi persoalan serius bagi Indonesia. Bahkan, kekurangan zat besi memainkan andil besar terhadap rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia. ”Anemia defisiensi besi merupakan salah satu bencana nasional yang tak pernah kita rasakan,” katanya.

Apa sebenarnya fungsi zat besi di dalam tubuh? Spesialis gizi klinik, dokter Samuel Oentoro MS SpGK, menjelaskan, zat besi berfungsi untuk membentuk sel darah merah. Sementara sel darah merah bertugas mengangkut oksigen dan zat-zat makanan ke seluruh tubuh, serta membantu proses metabolisme tubuh untuk menghasilkan energi. Nah, jika asupan zat besi ke dalam tubuh kurang, dengan sendirinya sel darah merah juga akan berkurang. Tubuh pun akan kekurangan oksigen. Akibatnya, timbullah gejala-gejala anemia yakni 5 L (letih, lemah, lesu, lelah, dan lunglai), daya ingat dan daya konsentrasi menurun. Gejala lain adalah munculnya warna pucat pada bagian kelopak mata bawah.

Anemia bisa menyerang laki-laki dan wanita dari berbagai kelompok umur (mulai dari bayi sampai lansia). Namun, dibanding pria, anemia lebih banyak diderita kaum wanita. Di Indonesia, anemia menyerang satu dari lima orang wanita usia produktif. Ada beberapa hal yang membuat wanita rentan mengalami defisiensi zat besi, yakni: menstruasi yang terjadi setiap bulan, juga pola makan yang tidak baik akibat tuntutan pekerjaan atau melakukan diet ketat. Akibat pola makan yang tidak baik itu maka asupan zat besi dari makanan sangat kurang.

Jika pada ibu hamil, anemia berpotensi menghambat tumbuh kembang janin dan menimbulkan perdarahan saat melahirkan, maka pada wanita yang tidak sedang hamil pun, anemia bisa menimbulkan akibat serius. Apalagi pada wanita yang aktif bekerja, baik di dalam maupun luar rumah. Anemia akan membuat mereka merasa lemas, lesu, dan lemah sehingga produktivitas kerja menurun. Daya tahan tubuh pun merosot sehingga mereka akan mudah sakit, terserang flu, atau infeksi.

Perbaiki pola makan

Anemia erat kaitannya dengan asupan gizi dari makanan kita sehari-hari. Karena itu, memperbaiki pola makan merupakan jurus penting untuk mengatasi anemia. ”Terapkan pola makan yang sehat, dengan selalu memerhatikan jumlah, jadwal, dan jenisnya,” kata Samuel saat menjadi pembicara dalam acara peluncuran Sangobion ActiFe di Jakarta, belum lama ini.

Jumlah yang dimaksud Samuel adalah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, tidak terlalu sedikit, tidak pula berlebihan. Jadwal makan juga mesti dipatuhi, yakni tiga kali sehari. Dan satu hal lagi, gizi harus seimbang. Makanan yang kita konsumsi sehari-hari idealnya mengandung karbohidrat sebanyak 60-70 persen, protein 10-15 persen, lemak 20-25 persen, vitamin, dan mineral. ”Jangan lupa, usahakan minum sebanyak delapan gelas per hari,” kata dokter yang menempuh pendidikan spesialis gizi klinik di Universitas Indonesia ini.

Selain itu, lanjut Samuel, perbanyak konsumsi makanan yang kaya zat besi, seperti daging merah, hati, keju, ikan, sayuran berwarna hijau tua, dan kacang-kacangan. Dokter yang bertugas di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta ini juga menyarankan untuk memperbanyak asupan asam folat dan vitamin B-12. Hati dan sayuran hijau tua adalah contoh bahan makanan yang sarat asam folat. Sedangkan vitamin B-12 banyak terkandung pada ikan, daging, susu, dan keju.

Namun, memilih makanan sumber zat besi juga mesti bijaksana. Sebaiknya, kata Samuel, jangan memilih daging merah, mentega, atau keju sebagai sumber zat besi. Sebab, bahan-bahan makanan itu memiliki kandungan kolesterol yang tinggi. ”Nanti, Anda bebas anemia tapi berisiko sakit jantung.” Jadi bagaimana sebaiknya? ”Kalau Anda tanya saya, maka pilihan pertama adalah ikan, pilihan kedua ikan, pilihan ketiga juga ikan, barulah pilihan berikutnya daging ayam tanpa kulit.’

Pilihan Samuel sangat masuk akal. Sebab, selain kaya zat besi, ikan juga rendah kolesterol. Begitu juga dengan daging ayam tanpa kulit. Mengonsumsi suplemen zat besi juga bisa membantu mengatasi anemia. Di pasaran, terdapat cukup banyak suplemen seperti ini dengan berbagai merek dan harga. Menurut Samuel, mengonsumsi suplemen zat besi sebaiknya dilakukan saat perut kosong, sehingga penyerapannya optimal. Tapi hati-hati, sebab ada zat besi yang menimbulkan rasa tidak enak (perih) di lambung. ”Karena itu, kita harus pintar-pintar memilih,” katanya.

Salah satu yang ia sarankan adalah suplemen yang menggunakan ferrazone sebagai sumber zat besi. Ferrazone, menurutnya, adalah preparat besi yang sedikit sekali menimbulkan masalah di lambung, mudah diserap, dan tidak mudah terganggu oleh keberadaan kafein dalam kopi, teh, atau cokelat.

Teh, kopi, cokelat, dan susu/kalsium memang bisa menghalangi penyerapan zat besi dalam tubuh. Oleh karena itu, Samuel menyarankan untuk memberi jarak waktu antara pemberian makanan atau suplemen zat besi dengan konsumsi teh, kopi, cokelat, dan susu/kalsium sekitar 1,5 sampai dua jam.

Soal pengaruh teh dalam menghambat penyerapan zat besi juga dinyatakan oleh Sutaryo. Dalam pidato pengukuhannya tersebut, Sutaryo menyatakan, minum teh setelah makan dapat menghambat penyerapan zat besi ke dalam tubuh hingga 80 persen. ”Seharusnya, kebiasaan minum teh sesudah makan dihilangkan. Minumlah teh dua jam sesudah atau sebelum makan.”

Sumber: litbang.depkes.go.id

menghitung masa subur wanita


Masa subur adalah suatu masa dalam siklus menstruasi perempuan dimana terdapat sel telur yang matang yang siap dibuahi, sehingga bila perempuan tersebut melakukan hubungan seksual maka dimungkinkan terjadi kehamilan.

Siklus menstruasi dipengaruhi oleh hormon seks perempuan yaitu esterogen dan progesteron. Hormon-hormon ini menyebabkan perubahan fisiologis pada tubuh perempuan yang dapat dilihat melalui beberapa indikator klinis seperti:

Perubahan suhu basal tubuh.
Perubahan sekresi lendir leher rahim (serviks).
Perubahan pada serviks.
Panjangnya siklus menstruasi (metode kalender).
Indikator minor kesuburan seperti nyeri perut dan perubahan payudara.
Ukhtiy harus tahu!

seorang laki-laki selalu dalam keadaan subur, sedangkan kesuburan perempuan terjadi dalam suatu siklus.

Melalui pengalaman, fase subur dan fase tidak subur dalam siklus menstruasi dapat dinilai secara akurat dan pengetahuan ini dapat digunakan untuk merencanakan kehamilan dan menghindari kehamilan. Metode yang paling efektif adalah dengan menggunakan pendekatan berbagai indikator biasanya perubahan suhu yang dikombinasikan dengan perubahan lendir serviks. Indikator-indikator ini secara ilmiah telah terbukti merefleksikan perubahan hormonal dan status kesuburan secara akurat.

Selain suhu dan perubahan lendir serviks, ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengetahui masa subur wanita, yaitu: indikator perubahan pada serviks, Metode Kalender, dan Indikator Minor Kesuburan.

Dengan mengetahui masa subur, ini akan bermanfaat bagi pasangan yang bermasalah dalam mendapatkan keturunan, yaitu dengan cara:

Menilai kejadian dan waktu terjadinya ovulasi.
Memprediksikan hari-hari subur yang maksimum.
Mengoptimalkan waktu untuk melakukan hubungan seksual untuk mendapatkan kehamilan.
Membantu mengindentifikasi sebagian masalah infertilitas.
Dalam kesempatan ini, kita hanya akan membahas cara menentukan masa subur melalui perubahan lendir serviks.

Perubahan lendir serviks dapat diamati melalui vulva (alat kelamin luar) dan dicatat setiap hari. Perubahan lendir dapat juga diamati pada serviks dimana lendir tersebut akan muncul sehari sebelum muncul di vulva. Perubahan ini mungkin dikaburkan dengan adanya cairan sperma, spermisida atau infeksi vagina.

Lendir serviks ini dapat dikenali dengan rasa/sensasi, penampakan, dan tes dengan jari tangan.

Sensasi

Sensasi sangat penting dan sering merupakan hal tersulit untuk dipelajari. Ada atau tidaknya lendir dikenali dengan sensasi pada vulva. Sensasi mungkin merupakan rasa yang jelas tentang kering, lembab, lengket, basah, licin, atau lubrikasi.

Penampakan

Kertas tisu putih dan lembut diusapkan pada vulva. Tisu akan basah dan bila ada lendir serviks, lendir akan terlihat menggumpal pada tisu. Warna lendir dicatat, mungkin berwarna putih, krem, buram, atau transparan. Lendir sering terlihat pula pada celana dalam, dalam kondisi kering sehingga karakteristiknya telah berubah

Tes Jari

Tes ini dapat dilakukan pada lendir yang terdapat di atas tisu dengan cara mengambil lendir tersebut dengan ujung jari telunjuk dan ibu jari. Dengan perlahan, jari telunjuk ditarik, untuk melihat elastisitas lendir. Lendir mungkin elastis, atau mudah pecah, atau lembut, licin seperti putih telur yang mentah. Elastisitas ini dikenal dengan nama efek Spin dan menunjukkan bahwa lendir subur.

:: TES 1

Sensasi pada vulva: Lembab atau lengket.

Tes dengan jari:

Penampakan: Lendir awal sedikit tebal, putih lengket, dan cenderung berbentuk tetap.

:: TES 2

Sensasi pada vulva: Basah

Tes dengan jari:

Penampakan: Lendir pada masa transisi jumlahnya meningkat, lebih tipis, berawan, dan sedikit elastis.

:: TES 3

Sensasi pada vulva: Licin

Tes dengan jari:

Penampakan: Lendir dengan kesuburan tinggi jumlah banyak, tipis, transparan, elastis (seperti putih telur yang mentah).

Pada pemeriksaan lendir serviks ini ada beberapa yang harus diingat:

Jumlah dan kualitas lendir bervariasi pada seorang perempuan dengan perempuan lain dan pada satu siklus dengan siklus yang lain.
Setiap perubahan sensasi dan bahkan pada sejumlah kecil lendir harus diperhatikan.
Jika menemukan kesulitan dalam mendeteksi lendir dari luar, kadang-kadang lebih mudah dikenali setelah berolahraga atau setelah buang air besar.
Kegel (gerakan mengerutkan otot panggul bagian bawah seperti menahan kencing) juga kadang membantu pengeluaran lendir.
Supaya lebih mudah memahami artikel ini, sebaiknya Ukhtiy membaca artikel sebelumnya yang berjudul “Lebih Dekat dengan ‘Tamu Bulanan’” karena pada artikel tersebut ada penjelasan lebih jauh tentang ovulasi dan siklus menstruasi yang berkaitan erat dengan masa subur wanita.

Maroji’: www.MER-C.com